Senin, 09 Agustus 2010

10 Ciri Pemimpin Yang Tidak Kompeten

Kepemimpinan yang buruk ada disekitar kita, ini kenyataan hidup dan nampaknya mereka menemukan jalan untuk tetap melakukan pekerjaannya. Mereka lebih fokus pada kebutuhan personal dan bukan pada kebutuhan profesional yang ada dibawah mereka. Mereka mengalami saat yang berat untuk mengembangkan karyawan mereka karena kurangnya teknik manajemen yang baik untuk melakukannya. Pemimpin adalah seseorang yang akan Anda ikuti menuju tempat yang tidak ingin Anda kunjungi sendirian. Kepemimpinan adalah tentang tindakan bukan status.

Namun, pertanyaannya adalah, bagaimana kita tahu saat kita berkaitan dengan individu yang memiliki kekurangan ini. Seorang manajer yang buruk menghabiskan banyak waktunya untuk hal-hal yang dianggapnya membuat dia sibuk dan teratur. Saya sudah mengembangkan panduan kecil yang bisa menunjukkan dengan tepat ke pemimpin tersebut.

Pemimpin yang tidak kompeten akan:

  1. Mendelegasikan pekerjaan daripada menyeimbangkan beban kerja. Ini menyebabkan semua perhatian dialihkan dari mereka jika terjadi kegagalan. Mereka nampak seperti mengatur orang tapi sesungguhnya mereka menciptakan ketidakseimbangan kerja dalam kelompok. Ini akan menyebabkan kelebihan wakt yang tidak diperlukan dan dibawah utilisasi yang lain. Manajer yang baik menyadari ketrampilan yang dimiliki orang-orang dibawahnya dan harus mengalokasikan kerja saat mencoba untuk memperkaya ketrampilan setiap orang agar menjadi lebih produktif.

  2. Mengurangi jawaban dengan memberikan jawaban Ya atau Tidak daripada memberikan alasan penjelasan. Ini merupakan contoh krisis manajer yang tidak bisa berpikir lebih jauh daripada beberapa jam kedepan. Tipe ‚yes/no’ manajer menemukan ini hanya membuang waktu mereka untuk menemukan jawaban yang benar melalui pemikiran intelektual. Mereka sudah memikirkan krisis berikutnya.

  3. Tidak memisahkan kehidupan personal dengan kehidupan profesional. Mereka akan membawa masalah profesional ke tempat kerja. Bekerja dengan tipe manajer seperti ini bisa jadi dramatis. Mereka tidak bisa memisahkan ketidakseimbangan emosional ketika mengatur orang-orangnya. Mereka kurang fokus dan tidak memberikan perhatian dan arahan yang Anda butuhkan untuk sukses.

  4. Mengelola krisis. Jika Anda adalah perusahaan yang mengalami krisis manajer, maka Anda bisa mengucapkan selamat tinggal pada inovasi dan kemajuan. Pemikiran proaktif penting bagi kesuksesan perusahaan. Jika Anda tidak menemukan cara untuk menghentikan atau mengurangi jumlah krisis yang harus dikelola, maka kompetisi akan melewati Anda. Pemimpin harus berpikir di luar kotak dan membuat perubahan.

  5. Menciptakan lingkungan dimana kesalahan tidak bisa diterima.Bertanggun g-jawab atas keputusan yang salah adalah hal yang mereka takutkan. Membuat kesalahan hanya membantu Anda menjadi orang, manajer yang lebih baik dsb. Saya menggunakan analogi pemain basket yang tidak memiliki foul. Jika mereka tidak mengejar bola dan mengambil peluang dengan musuh mereka, maka mereka harus bekerja keras. Ambil peluang dan jangan takut.

  6. Merendahkan atau menegur karyawan dalam kelompok. Ini adalah tanda yang jelas dan bisa dilihat dari pemimpin yang buruk. Seorang pemimpin yang baik menjauhkan masalah karyawan dari kelompok menjadi bagian yang lebih pribadi. Jika Anda memiliki bos yang melakukan ini, maka ini saatnya mengunjungi HRD.

  7. Tidak berdiri dibalik bawahan saat mereka gagal. Jangan biarkan orang-orang Anda tanpa ketidakjelasan. Selalu berikan dukungan, benar, salah, atau tidak peduli. Jika seorang karyawan berusaha melakukan yang terbaik dalam sebuah situasi dan ternyata mereka gagal. Mereka harus dihargai atas upaya yang dilakukannya dan tidak dihukum atas kegagalannya.

  8. Mendorong bekerja keras, bukan bekerja dengan cerdas. Saya tidak terkesan dengan kerja keras. Kerja keras ditentukan oleh waktu. Pekerja cerdas adalah mereka yang saya hire dan pelihara. Pekerja cerdas memahami konsep manajemen waktu dan multi-tasking. Pemimpin yang buruk kehilangan ini. Pekerja yang cerdas memiliki pemikiran yang metodologis dan biasanya sukses karena kemampuan mengelola proyek dan waktu. Pekerja keras membutuhkan waktu dua kali lebih banyak dalam melakukan pekerjaannya. Penting untuk menungaskan pekerjaan berdasarkan ketrampilan dan kepribadian.

  9. Menilai orang dari jam kerja bukan kinerja. Ini mirip dengan #8. Sekali lagi, saya tidak terkesan dengan lembur. Mereka sudah kehilangan perspektif keseimbangan yang sehat. Manajer yang buruk akan mempromosikan karyawan yang bekerja dengan jam yang lama dan tidak memandang orang yang cerdas yang bekerja dengan waktu yang lebih sedikit….artinya memiliki manajemen pengaturan yang lebih baik. Berhenti menatap kunci.

  10. Bertindak dengan berbada dihadapan para pemimpin mereka. Ini merupakan indikasi kepercayaan diri yang rendah. Mereka memiliki keraguan terhadap kemampuan memimpin mereka dan bertindak seperti anak kecil saat ditunjukkan otoritas. Orang yang percaya diri bertindak sama di orang sekelilingnya. Ingatlah, hormati mereka, tapi juga menghormati diri sendiri.

Penulis: Chris Ortiz adalah seorang konsultan senior dan pemilik Kaizen Assembly. Dia memiliki pengalaman di karir profesionalnya dengan bekerja di perusahaan Fortune 500, mengajar dan memandu mereka agar bisnisnya lebih efisien. Dia telah mendesain dan mengkonstruksi lebih dari 100 jalur assembly dan proses manufaktur yang berhasil menghemat jutaan dolar dan mengurangi waste.

Dia sebagai penulis lebih dari 40 buku: Under Poor Leadership dan Ten Signs of an Incompetant Leader telah menerima pengakuan internasional. Chri pernah dimua di Chicago Tribune, Seattle Times, Orlando Sentinel, dan berbagai newsletter dan majalah bisnis. Dia aktif menjadi pembicara di berbagai tempat kerja dengan mengangkat isu terkit dan menulis artikel mengenai kepemimpinan, lembur, dan program berbasis karyawan.

Sumber: www.kaizenassembly. com

Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim. com